Bandung oh Bandung

4 Februari 2017

Sudah sejak tiga minggu lalu aku merencanakan untuk berkunjung ke Bandung untuk menemui dua orang kawanku, Wahyu dan Handi. Tapi karena belum berjodoh, akhirnya pertemuan kami pun terpending. Wahyu dan Handi adalah teman dari tempat kerjaku yang lama. Walau pertemuan kami bisa dibilang sedikit, tapi rasanya aku memiliki ikatan batin yang cukup kuat dengan mereka sehingga aku merasa nyaman. Tukan ngetik sambil senyum..

Sebelumnya ketika ke Bandung bulan November lalu, kami sempat bertemu namun hanya 15 menit saja. Kalau mengingat saat itu, antara ga enak tapi mau ketawa. Ha Ha Ha..

Kebetulan saat ini aku sedang berada di Karawang. Waktu yang ditempuh untuk Bandung – Karawang hanya satu jam bila jalan lancar jaya. Dekat bukan?

Dua hari sebelumnya aku sudah booking travel dan sehari sebelumnya sudah booking hotel. Maklum, aku wanita dan mereka berdua pria jadi ga bisa numpang bobo. Hehehe.

Hari H.. Sejak jam 3 pagi aku sudah bangun, rasanya enggan sekali untuk bangun karena baru bisa tidur jam 12 malam. Namun aku harus segera bergegas mandi dan menyelesaikan panggilan alam supaya tidak kesiangan karena aku naik pemberangkatan pertama yaitu pukul 05:30 WIB dan setengah jam sebelum pemberangkatan harus sudah tiba di loket untuk pendataan, kalau tidak bisa dialihkan ke penumpang lain. Katanya sih begitu..

Adzan subuh berkumandang aku langsung solat dan setelah melipat mukena, cuss ke bawah minta anter Mas-Mas yang jaga rumah ke loket travel dan aku tiba di loket travel jam 04:45. Gelap, hembusan angina pagi yang cenderung masih malam membelai ujung hidungku yang terasa kesat karena kedinginan. Celingak celinguk kanan kiri tidak ada siapa-siapa. Waduh, kalau ada begal bagaimana ini? Calon isteri solehah begini masa dibegal? Oh iya, lagi engga bawa motor. Lupa aing.

Untung saja pakaianku saat itu tidak mengundang ‘terong-terong’ yang mungkin saja udah keliaran atau baru mau pulang ke rumah godain aku. Aku pakai kaos kesayangan pemberian Mas-Mas yang kampungnya di Ponorogo, rok hitam span, dan cardigan biru. Kayak anak madrasah pokoknya. Lebih tepatnya sederhana, tapi manis kayak red velvet cake.

Hampir sejam aku menunggu namun mbak-mbak atau mas-mas yang jaga loket tidak kunjung datang. Kemana mereka? Kok PHP? Katanya setengah jam sebelum pemberangkatan udah harus datang, tapi aku 45 menit sebelum pemberangkatan sudah datang lho… Hingga aku bertemu dengan sesama kaumku hanya saja umurnya jauh lebih tua dariku. Dua orang Ibu-Ibu, yang satu teh asli Bandung yang satu asli Magetan tapi mau ke Grogol. Ya Allah Gusti, aku sampai bosan dengan kata Grogol. Teman baru di kantor, kos di Grogol. Security pabrik yang pernah nganter pulang, asli Grogol Petamburan. Bahkan buku Tragedi IPDN karya Inu Kencana, ngebahas Grogol loh. Plus Universitas Trisakti!! Pecahkan saja gelasnya biar ramai, biar gaduh hingga mengaduh. (kutipan puisi Cinta di Film AADC) Aduh maak!!

Baik, kembali lagi ke jalan cerita.. Si Mbak penjaga loket sudah tiba. Beberapa calon penumpang yang sudah tiba pun mengerumuni. Tapi, hampir saja aku tidak bisa naik travel karena manajemen travel yang jelek. Aku ga mau banyak cerita tentang hal itu, biarlah.. Intinya setelah ngotot-ngototan, aku menang vocal dan bisa masuk travel. Yeay!! Yippie!

Perjalanan Karawang – Bandung aku ditemani rintikan hujan yang cukup deras. Sembari saling berkomunikasi dengan Wahyu dan Handi, aku mencoba untuk memejamkan mata. Tapi karena ini adalah pengalaman pertama ke Bandung seorang diri dan takut kelewatan jadi aku tidak bisa tidur padahal kantuk menyerang membabi buta. Jalanan begitu lancar tiada hambatan dan tibalah aku di Pool Setiabudi.

Yang akan menjemputku adalah Wahyu karena Wahyu sudah cukup lama tinggal di Bandung. Maklum saja, Wahyu kuliah di Bandung. Kalau Handi, ah jangan ditanya.. Handi hanya tahu Bukittinggi kayaknya. Ya Allah Kartini, jangan sok tahu.. Sambil menunggu Wahyu, aku melipir ke seberang membeli sate hati. Sate pun habis namun Wahyu belum kunjung tiba. Aku pun bermain dengan handphoneku hingga autis, maklum anak muda. Masih muda lho, baru 23 tahun itu pun nanti bulan April. Sebentar lagi ulang tahun, kasih kejutan yha. Contohnya, lamar aku gitu! Aku terima kok sayang~ (lah Kar, lo kenapa)

“Tince!! Tince!” Hanya Wahyu teman cowokku yang manggilku ‘Tince’ aku langsung menoleh dan tersenyum. Seperti ketemu Harry Styles One Direction. Setelah sekian lama sendokir-an, akhirnya Wahyu tiba juga. Aku pun dibonceng Wahyu naik Beat Pop punya Handi.

img20170204091020

Dibonceng Wahyu naik Beat Pop 😀

Kami cari sarapan dan nyarinya setengah budeg karena ga dapet-dapet padahal sejauh mata memandang berjejer penjual sarapan. Ada kupat tahu, nasi kuning, lontong kari, lain-lain.. Hal tersebut dikarenakan aku lagi sakit gigi. Nyusyahin memang~.. Dan akhirnya kami memutuskan untuk berhenti di penjaja kupat tahu & lontong kari. Wahyu makan kupat tahu sementara aku makan lontong kari. Not bad, tapi ayamnya engga aku makan karena sakit gigi. Hmm, udah kayak nini-nini.

Usai sarapan, aku diajak ke atas ke arah Lembang dan Wahyu menawariku untuk lihat Boscha, dan aku pun menyetujuinya. Tapi ternyata kalau mau lihat penampakan Boscha harus beli tiket dulu. Padahal aku tidak berkeinginan untuk masuk, hanya ingin melihat tampak depannya saja. Tapi karena harus beli tiket dulu, aku urungkan saja.

img20170204094319

View ketika mau ke Boscha

Kami pun berjalan menuju kos Wahyu dan Handi. Wah, rasanya sudah lama banget ga ketemu Handi. Handi masih nyebelin mukanya. Tidak banyak bicara, tapi sekalinya bicara nyebelin. Iya nyebelin, kalo kata kawan kami yang bernama Erika, Handi itu songong. Aduh, jadi kangen.

Setelah berkumpul bertiga, kami pun memutuskan untuk ke Warunk Upnormal nemenin Handi sarapan. Sarapan aja di café.. Handi emang kayak penonton Noah. “Kalian luar biasa..” Oya, aku pinjam sandal Eriya—kekasihnya Handi yang jauh di mato soalnya kalau pakai flat shoes takut hujan dan basah. Bandung saat itu sedang mendung terus kayak orang abis putus cinta terus keingetan sama kenangan-kenangan indah.

Awalnya kami mau ke UpSide Down, yang trick-trick gitu lho yang foto bisa kebalik gitu padahal mah engga. Gitu deh, ini dia link buat ngeliat UpSide Down. Tapi, karena sedang mati listrik jadinya tutup. Memang belum rezeki untuk kesana, jadi kami bulat tekat ke Warunk Upnormal.

Handi pesan Indomie satu mangkok serta es teh sementara aku dan Wahyu hanya pesan minuman karena kami sudah kenyang. Aku pesan greentea latte sementara Wahyu pesan Susu Mint. Handi tidak kenyang, tapi ia tidak pesan lagi akhirnya kami memutuskan untuk bermain mainan yang diprovide pihak Warunk Upnormal. Mainan yang kami mainkan pertama adalah UNO Block.

Permianan penuh strategi ini, berhasil membuat Handi kalah berkali-kali hingga kami pun tertawa terpingkal-pingkal. Di tengah permainan, kawan kami Erika yang sedang dinas di Surabaya melakukan panggilan video call. Tawanya yang riang berhasil membuat kami tertawa juga.

Bosan dengan Uno Block, kami pun berganti mainan. Yaitu Ular Tangga. Ini yang paling mengocok perut. Berkali-kali Handi bertemu dengan ular yang sama. Beda dengan jatuh cinta pada orang yang sama berkali-kali, atau seperti lagunya Raisa yang Kali Kedua, ini membuat Handi kesal tapi sangat menghibur. Ditambah dengan expression less nya. Bikin kesel.

Capek bermain ular tangga, akhirnya kita main Kartu. Aku yang baru pertama kali bermain dan baru kali itu juga ngerti gimana caranya main kartu, tiga kali berturut-turut menang. Itu hanya kebetulan dan keberuntungan.

img-20170204-wa0017

Saat santai di Warunk Upnormal

img-20170204-wa0031

Saat Erika Video Call

Setelah puas bermain di Warunk Upnormal, kami kembali ke kosan Wahyu dan Handi untuk ambil motor. Setelah itu, aku diantar Wahyu ke hotel yang sudah kupesan sehari sebelumnya.

Alhamdulillah, nyaman.. Aku langsung bergegas mandi. Aku yang ndeso, ga biasa mandi pakai shower, udahannya meriang. Karena kalau pakai shower, airnya sedikit-sedikit sehingga tidak membilas sabun dengan cepat. Kan kalau pakai gayung langsung byur byur bersih. Yakan..

Setelah selesai, aku pun buru-buru berpakaian dan matiin AC. Ya ampun Kar, ndeso nya ndak ketulungan. Aku yang mendadak meriang, langsung minum tolak angin. Kan ndak lucu, udah ke Bandung tapi sakit. Aku sempat ketiduran hingga bangun karena kaget dan ternyata Wahyu sudah WA aku menuju ke hotel.

Menggunakan jasa Go Car, kami pun menuju Cihampelas untuk melihat Skywalk yang baru saja diresmikan oleh orang nomor 1 di Bandung, Bapak Ridwan Kamil. Ingat ya gaes, 4 Februari 2017 adalah peresmian Skywalk.. Kali aja keluar di soal ujian, buat gengs gengs yang masih ESDE.

Aku tidak ingin membahas banyak tentang Skywalk disini, yang jelas KEREN!! Singkatnya, pembangunan skywalk itu ditujukan untuk merelokasi para Pedagang Kaki Lima alias PKL.. Dan yups!! Benar sekali! Rapih. Jadi pedagang dipindahkan semua ke atas. Keren, asli..

img20170204180458

Di skywalk gaes!

Setelah puas terkagum-kagum dengan Skywalk, kami pun masuk ke Ciwalk untuk makan. Dan kami memilih Yoshinoya. Kami bertiga memilih menu yang sama, ga kreatif banget ya.. Haha. Aku sih pilih yang empuk-empuk untuk menghindari gigi sakit. Kan ga lucu kalau tiba-tiba sakit..

Usai makan, aku dan Handi kongkalikong pergi ke toilet untuk membeli kue ulang tahun untuk Wahyu. Ulang tahunnya sudah terlewat cukup lama, tapi tiada kata terlambat. Kami turun ke bawah, seperti maling. “Eh ga keliatan kan ya?” ujar Handi ketika kami sedang berada di escalator. Terjawab, wajahnya Wahyu terpampang jelas masih menikmati makanannya. Tanpa aba-aba kami langsung merungkuk, padahal itu tempat umum lho.. Lupa sepertinya.

Kami pun beli J.Co karena kalau beli tart takut tidak habis. Dan kami tidak berhasil menemukan lilin, aku Kartini Ismayanti yang sangat kreatif ini, memiliki ide yang sangat cemerlang. Didownload aja lilinnya. Handi pun menyetujuinya. Dan taraa, happy birthday Wahyu.. Ngakak aja ketika Wahyu tidak kunjung berhasil meniup lilinnya.

Kenyang, kami pun ke tempat karaoke untuk nyengyong alias bernyanyi. Kami pesan room selama 2 jam dan lagu pertama yang dinyanyikan adalah lagu khas orang rantau seperti Handi yang jauh-jauh rantau dari Padang ke Bandung.. aku tidak mengerti, yaudah dinikmatin saja karena kalau yang nyanyi si Handi jadinya kocak. Yang paling  mending sepertinya suara Wahyu. Aku yang tidak bisa bernyanyi, yaudah PD ajalah..

List lagu yang aku nyanyikan waktu itu:

  1. Here I am – Air Supply
  2. Cinta Terbaik – Cassandra
  3. Oplosan
  4. Andaikan Kau Datang – Noah
  5. Katakanlah – Rita Sugiarto

Dan banyak lagi lagu-lagunya..

Seperti tiada lelahnya padahal sudah lelah, kami lanjut ke alun-alun kota Bandung. Duduk-duduk sebentar lalu foto-foto, kemudian kami pun pulang.

img-20170204-wa0058

Penghujung Malam

Setelah cuci muka dan sikat gigi, aku pun langsung terdampar di kasur hotel yang sangat empuk ini. Ah hotel ini sangat nikmat dan nyaman. Oh ya, hotel Airy Room. Ada aplikasinya, kalau pakai Android bisa ke Playstore. Lha iklan. Recommended kok J tidak terlalu mahal, cocok untuk kantong calon-calon orang sukses. (masih calon, belum sukses sebentar lagi) Aminin aja yha! Hahaha.

Check out jam 12. Aku berharap jam 11 baru bangun. Tapi, emang dasar sudah settingan para pekerja Senin – Jumat berangkat pagi pulang ya kali pagi lagi, sore lah J J jam 5 subuh sudah bangun. Ya Allah Gusti, Alhamdulillah masih inget bangun aku terharu.

Jam 8 nonton doraemon, jam 11 dijemput Wahyu. Sebelumnya, kami berencana untuk kuliner cuanki khas Kota Kembang itu, tapi takutnya ndak jual jadinya kami memilih untuk makan yang dekat-dekat saja. Kami memutuskan untuk makan Seafood di dekat Pusdai (Pusat Dakwah Islam). Namun sebelumnya kami harus melewati Pasar Tumpah di sekitar Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Bener-bener tumpah! Petjah! Udah kayak konser! Banyak kang jajanan ESDE dan gue pun jajan bakso ikan juga lumpia. Handi dan Wahyu jajan lidi-lidian, yang banyak petcinnya itu. Hobinya handi sekarang makan makanan yang mengandung MSG dosis tinggi.

Menuju Pusdai, kami pun naik angkot. Hanya setempongan, setelah itu tiba. Berjalan kaki cukup jauh memutari halaman Pusdai, kami pun tiba di rumah makan seafood itu. Kami pesan cumi saos padang dan kerang rica-rica serta sebakul nasi. Dan, kami pun serangan jantung ringan. Porsinya seperti untuk porsi keluarga besar. Ehehe lebay sih. Yang jelas kami tidak shangguff. Handi yang suka makan aja, kalah pertama. Ia give up! Setelah Handi, aku yang give up. Dan seperti permainan Ular Tangga, Wahyu lah yang jadi…. Pemenangnya.

Kenyang, pusing, lapar kembung hahaha. Kami pun beristirahat di Pusdai. Setelah itu, kami pergi ke Taman Lansia dan sempat berfoto di depan Gedung Sate lebih tepatnya di jogging track gasibu sih.. Setelah itu, usailah 2 hari yang menyenangkan. Aku harus kembali lagi ke Karawang untuk menunaikan pekerjaanku di hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at.

Sabtu pulang ke rumah, waktunya membaca buku di Perpus J

Maret ke Cirebon, liburan tiket sudah dibeli. Yah, kebahagiaan itu harus diciptakan sendiri jangan berharap diberikan oleh orang lain. Sip Quote of the day.

IMG20170205151654.jpg

Last Photo for 2 hari yang menyenangkan