Monthly archives: April, 2017

Kado di Dua Puluh Tiga

Aku menelan getirnya dingin selepas kembalinya sang surya ke peraduan. Sendiri, di awal tahun. Canda datang mengawali esok hariku, namun aku lebih memilih sepi sebagai kawan. Aku menatap nanar ke langit, membayangkan Tuhan yang entah seperti apa rupanya. Mataku memicing, menatap sinis langit yang bisu. “Bukan awal yang baik di tahun yang baru. Orang yang …

Mimpi Sedihku

Aku terkantuk-kantuk dibuatnya. Bus ini tidak begitu nyaman, kakiku yang cukup panjang harus tertekuk cukup lama supaya bisa memberikan ruang untuk penumpang yang berdiri. Aku melemparkan pandangan keluar, cahaya merah menyala dari mobil-mobil yang terparkir di jalan entah sampai kapan.  Macet Ibu Kota menjadi santapan malamku setiap hari usai pulang kerja. Beginilah menjadi manusia kota, …

Bandung oh Bandung II

Minggu, 9 April 2017 9:47 PM Jarak hanya sekedar lima huruf tak berarti bila kebersamaan berada di atasnya. Lelah pun begitu. Semua hanya sekedar kumpulan huruf tak berarti bila rasa pertemanan sudah begitu erat dirasa. Malam ini pun aku merasa begitu lelah dan mengantuk, tapi hasrat untuk mengingat kejadian dua hari yang lalu mengalahkan rasa …

Aininya Ayah

Gelas itu mengepul, harum jeruk merebak seperti terapi teronggok acuh di atas meja bundar sudut ruangan. Kaki kanannya menopang kaki kirinya. Siku kirinya bertumpu pada tangan kursi sementara tangan kanannya membalik lembaran buku yang sudah menguning. Aku mengintip dari balik pintu, jari mungilku memegang gagang pintu berharap tidak menimbulkan suara. Laki-laki itu, suka sekali membaca. …