JURRASIC WORLD – THE FALLEN KINGDOM (Ketamakan Hanya akan Memakanmu)

Sore itu langit sedang mendung-mendungnya. Sejak triller film berseries Jurassic World ke-2 bermunculan di explore instagram, bahkan sedikit cuplikan culas dari teman-teman di instagram yang membagikannya di story instagram membuatku semakin penasaran akan film itu. Jujur saja, sejak Jurrasic Park I sampai III, bahkan Jurassic World I yang tayang 2015 lalu, aku belum pernah menonton mereka di Bioskop. Hanya menonton di TV dan Laptop.

Aku mengecek jadwal film di Hollywood XXI Hotel Kartika Chandra – bioskop termurah dengan jarak yang dekat dari kantorku namun seat nyaman. Aku mendapat 2 pilihan; memilih film yang tayang pukul 18:35 atau 21:00. Walau diberikan 2 pilihan, aku hanya dapat memilih satu, yaitu pukul 18:35.

Pukul 17:00 langit masih memuntahkan air hujan begitu awet. Ditambah pekerjaan yang tidak kunjung rampung. Pukul 17:30, hujan sudah mulai reda menyisakan gerimis yang mengigilkan jasad. Ditambah berada di ruang ber-AC, jaket dua rangkap pun rasanya kurang hangat. Namun, lain halnya dengan kertas kerja yang masih butuh diselesaikan. Aku berusaha untuk tetap fokus dan menargetkan pekerjaan selesai tepat saat adzan maghrib berkumandang.

Gayung bersambut, aku berhasil menyelesaikan pekerjaan untuk hari itu. Aku mengajak dua orang temanku—Puspa dan Kia untuk menonton dan mereka sangat excited. Kami tiba tepat waktu, pintu teater telah dibuka namun film belum dimulai. Kami masih bisa mengatur napas agar dapat menonton dengan nyaman. Namun, sepertinya hal itu tidak berpengaruh banyak.

Adegan dimulai dari tim kecil di laguna taman di Isla Nublar untuk mengumpulkan sisa-sisa DNA yang tenggelam di dasar laguna. Dengan kondisi badai dan munculnya hewan purbakala air yang amat besar yang memakan tiga anggota tim, pembukaan di film Jurassic World – The Fallen Kingdom sudah menuai ketegangan. Walau penuh dengan ketegangan, bumbu komedi terpapar di pembukaan film tersebut.

Setting film berpindah ke masa selanjutnya. Di adegan selanjutnya, kita akan dibuat nostalgia oleh beberapa aktor yang berperan di film-film sebelumnya seperti Dr. Ian Malcolm seorang Matematikawan yang diperankan oleh Jeff Goldblum – yang tentu saja sudah tidak semuda pada saat di film Jurassic Park (1993).

Jurassic World – The Fallen Kingdom ini menceritakan sebuah operasi pengevakuasian dinosaurus yang tersisa dari gunung berapi yang meletus untuk mencegah kepunahan. Sequel ini diperankan oleh James Cromwell, Ted Levine, Ted Levine, Justice Smith, Geraldine Chaplin, Daniella Pineda, Toby Jones, Rafe Spall, dan BD Wong.

Operasi pengevakuasian dinosaurus dan upaya menemukan Blur, Velociraptor yang hidup terakhir dilakukan oleh empat orang – diantaranya Claire dan Owen yang mana merupakan pemeran utama di Jurassic World (2015) dengan dua orang baru yang memiliki peran penting yaitu Zia yang berperan sebagai seorang dokter hewan dan Franklin Webb seorang mantan teknisi taman yang mana mereka akan dihianati oleh Ellie Mills yang merupakan ajudan kepercayaan Benjamin Lockwood—kakek tua yang menciptakan Isla Nublar.

Kelompok penyelamat tiba di Isla Nublar dan bertemu Ken Wheatley, komandan tentara bayaran. Claire dan Franklin Webb, mengaktifkan kembali pelacak dinosaurus taman, sementara Owen, dokter hewan paleo-veteran Zia Rodriguez, Wheatley, dan tentara bayaran lainnya mencari Blue. Setelah menemukannya, perjumpaan itu memuncak menuju penembakan tentara bayaran Blue and Wheatley yang menenangkan Owen. Zia bekerja untuk membuat Blue tetap hidup sementara Owen ditinggalkan. Setelah selamat dari serangan Baryonyx, Claire dan Franklin bersatu kembali dengan Owen ketika gunung meletus. Mereka melarikan diri dari aliran piroklastik dan kemudian menyelinap di atas kapal tentara bayaran, di mana mereka menemukan Zia dengan Blue. Kapal itu, penuh dengan dinosaurus yang tertangkap, berangkat ke daratan AS sebagai hewan yang tersisa di pulau itu mati dalam letusan.

Film diwarnai ketegangan dan komedi serta terdapat beberapa adegan emosional. Aku beserta dua orang temanku sampai “pengap” menontonnya karena terlalu terbawa suasana. Efek suara yang keras dan mengejutkan serta begitu banyak “adegan nyaris” adalah penyebabnya. Akting dari para pemain pun sangat bagus sehingga aku yang menonton pun ikut menjiwai.

Lalu, bagaimana nasib Claire, Owen, Franklin, Zia, dan dinosaurus-dinosaurus lainnya yang sudah berhasil dievakuasi? Aku menyarankan untuk pergi ke bioskop dan menonton filmnya sendiri, kalau sudah tidak tayang, ya tunggu filmnya keluar di televisi, ya!

Secara keseluruhan, pengemasan film ini sangat bagus. Kalau aku boleh memberikan rating, aku akan memberikan 5 bintang. Sedikit bocoran, di film ini kita akan kehilangan salah satu tokoh penting dalam “dunia per-dinosaurusan”.

Comments 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *