Category «Story»

Mbak

BAB I ANAK MAGANG Aku sungguh tidak menyangka aku akan sakit perut di tengah perjalanan. Di bawah kipas angin, berdiri dengan kondisi penuh namun tidak begitu sesak di dalam gerbong kereta menuju Stasiun Tebet. Saat ini masih di Stasiun UI. Bayangkan, berapa stasiun lagi untuk tiba, berapa lama lagi aku harus menahan. Semakin anginnya menuju …

BURUAN RESIGN

BAB I SI ANAK BARU Sepi. Kubikal-kubikal kantor masih sepi. Hanya beberapa meja saja yang sudah dihuni oleh sang empunya. Suara langkah kaki di lantai karpet pun terdengar saking sepinya. Lagu Rolling In The Deep – Adelle yang sengaja diputar pelan dari salah satu laptop karyawan pun terdengar di sebagian ruangan divisi internal audit. Tidak …

Wisata Samosir & Si Gale-Gale, Boneka yang Mengurangi Kesedihan Raja

Pada 13 April 2016 lalu, dalam rangka perjalanan dinas untuk pertama kalinya aku menginjakkan kaki di sebuah kota yang tidak terlalu besar, sepanjang jalan aku menemukan kebun karet dan kebun sawit milik PTPN (PT Perkebunan Nusantara), dan tidak sedikit truk-truk besar melintas beriringan dengan motor-motor warga yang hendak pergi ke swalayan. Maklum saja, Kisaran merupakan …

Mengajar bersama KSM-ers

Kali ini aku akan bercerita tentang keseruan mengajar di sebuah kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakakan oleh para mahasiswa yang tergabung di sebuah organisasi bernama Kelompok Studi Mahasiswa. Kelompok Studi Mahasiswa merupakan sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa bidang pendidikan tingkat Fakultas di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila. Salah satu kegiatan rutinnya adalah Pengabdian Masyarakat yang dilakukan …

Laki-laki Memfoto Merpati, Pembaca Buku

This story I dedicated to my good friend. She likes to imagine, so I write down her imagination as a story. Dua burung merpati putih itu mematuk-matukkan paruhnya ke jalanan setapak taman tengah kota. Tidak jauh dari mereka, seorang laki-laki berkacamata, memakai celana kedombrong dan kaos belel diselubungi flannel lusuh menungging-nungging mengerek objek yang terfokus …

Kado di Dua Puluh Tiga

Aku menelan getirnya dingin selepas kembalinya sang surya ke peraduan. Sendiri, di awal tahun. Canda datang mengawali esok hariku, namun aku lebih memilih sepi sebagai kawan. Aku menatap nanar ke langit, membayangkan Tuhan yang entah seperti apa rupanya. Mataku memicing, menatap sinis langit yang bisu. “Bukan awal yang baik di tahun yang baru. Orang yang …

Mimpi Sedihku

Aku terkantuk-kantuk dibuatnya. Bus ini tidak begitu nyaman, kakiku yang cukup panjang harus tertekuk cukup lama supaya bisa memberikan ruang untuk penumpang yang berdiri. Aku melemparkan pandangan keluar, cahaya merah menyala dari mobil-mobil yang terparkir di jalan entah sampai kapan.  Macet Ibu Kota menjadi santapan malamku setiap hari usai pulang kerja. Beginilah menjadi manusia kota, …

Aininya Ayah

Gelas itu mengepul, harum jeruk merebak seperti terapi teronggok acuh di atas meja bundar sudut ruangan. Kaki kanannya menopang kaki kirinya. Siku kirinya bertumpu pada tangan kursi sementara tangan kanannya membalik lembaran buku yang sudah menguning. Aku mengintip dari balik pintu, jari mungilku memegang gagang pintu berharap tidak menimbulkan suara. Laki-laki itu, suka sekali membaca. …

Aku adalah Aku

Tiada kalimat puitis yang pantas untuk menggambarkan pantai di depanku. Airnya begitu tenang, tiada desir ombak menggulung yang menjilat-jilat telapak kakiku yang telanjang ini. Hanya suara kelotok-kelotok kecil yang berasal dari tabrakan air dengan kapal nelayan yang diparkir di dekat bebatuan pantai. “dan ombak pun malu untuk menimbulkan suara di hadapan kamu yang begitu tenang …

Mas, ingat?

Kata-kata yang pastinya sudah sering didengar seperti “Bila kamu berani memutuskan sesuatu, maka kamu harus siap menanggung resikonya.” atau “Jatuh cinta pilihan akhirnya hanya ada dua, bahagia atau patah hati.” Lalu apa korelasinya? “Bila kamu berani memutuskan untuk jatuh cinta, kamu harus siap untuk bahagia atau patah hati. Cinta juga tidak bisa diukur dengan waktu. …