Bukankah Semua Akan Dihisab?

Pakaian & Sepatu

“Cewek, kalau lihat barang yang dikepinginin kalau engga dibeli sampai kebawa mimpi.” Dan kami sebagai wanita bangga dengan statement itu.

Coba tengoklah ke lemari pakaian dan rak sepatu, ada berapa tumpukan baju, hijab, celana, rok, gamis, yang sudah lama tidak dipakai? Atau bahkan dari sejak dibeli belum pernah dipakai. Lebih parah lagi, setelah dibeli ternyata tidak cocok sehingga tidak pernah dipakai. “Daripada awkward pas dipakai, yaudah pakai yang lama saja beli baru.”

Bulan Ramadhan telah tiba, Syawal tinggal menghitung hari. “Duh, belum ada sepatu dan baju baru! Ayo ayo kita ke Tanah Abang.” Begitu terus setiap tahun dan dipakai hanya sekali setahun pada 1 Syawal. “Idul fitri hati baru. Baju dan sepatu juga baru, dong.” Apalagi pada 1 Syawal keluarga besar kumpul semua, sepupu-sepupu sepantar siap saling pamer baju baru dan berlomba-lomba paling cantik nan paling tamvan.

Ada yang lagi ramai dan viral di media sosial: saudara kita di timur Indonesia terkena tsunami. Ayo kita salurkan bantuan kita berupa tenaga, uang, sembako, pakaian bekas layak pakai, atau… minimal do’a. Sebagai manusia yang memiliki jiwa sosial, kita pun tergerak untuk tengok-tengok ke lemari pakaian, kan banyak pakaian yang sudah tidak terpakai padahal baru sekali pakai atau belum pernah dipakai.

Tapi.. Setelah dipilah-pilah, muncul perasaan sayang. “Ih, ini sih masih bagus banget.” Walhasil kembali dilipat dan disisipkan di lemari pakaian. Teronggok begitu saja berhari-hari, bertahun-tahun, sampai bau kamper di lemari melekat seperti enggan untuk sirna.

Ada yang pernah seperti itu?

Handphone/Gadget

Kuota murah, 100rb dapat 20gb. Yeepee!!

Digunakan untuk apa saja?

Pernahkah kalian membicarakan teman kalian di whatsapp atau line atau di instant messaging lainnya? Semua keburukan dibicarakan baik secara personal maupun di grup. Ugh, ga berasa cuy dari baterai 100% sampai baterai tau-tau sudah 30% saja.

Pernahkah kalian membicarakan artis yang sedang terjerat kasus narkoba? Prostitusi? Dia hina, kita suci. Bener sih (kelihatannya). Diomongin dari fakta sampai andai-andai, tak terasa chat dari subuh ternyata sudah maghrib.

Wahai netizen yang budiman, pernahkah kalian komentar julid di akun seorang artis yang sedang terkana skandal atau artis yang memang kerjaannya cari sensasi? Ya, salah sendiri dia mancing. Ya, salah situ dong ngapain disamperin akunnya. “Awalnya sih kepo, tapi biar dia sadar ya harus diceramahi habis-habisan. Saya benar, dia salah.”

Wahai Fulan yang ketika di tempat ramai kalian begitu rajin beribadah namun ketika tempat sepi kalian berbuat dosa, apakah kalian pernah menonton film wik wik dari handphone kalian? Allah kan Maha Pengampun, besok subuh taubat deh. Begitu terus sampai kecanduan.

Wahai ukhty akhy yang katanya sudah hijrah, tapi status di instagram story, whatsap story nya berisi hatespeech atau skrinsyuuutan berisi provokasi atau parahnya merendahkan saudara sendiri, ada? “Ada dong, kan niatnya untuk membuat mereka yang masih jahil jadi sadar.” Eeh, niat baiknya malah berbuah perpecahan kemudian saling sahut antara yang sudah hijrah dengan yang belum. “Yah, ukh akh kalian kepancing juga.” jadi saling melakukan pembenaran, yah?

“Aku lagi galau, aku lagi marah, aku lagi kecewa, aku mau mengutarakan semua yang ada di hatiku ke medsos supaya si do’i tau!” Eeh, yang malah mancing netizen lainnya untuk ngomongin. “Eh si Fulan orangnya galauan banget ya. Apa-apa dishare di medsos. Ga capek apa?” si Fulan pun mendengar dirinya di-ghibah oleh fullowersnya dan kembali merasa jadi korban Rukun Perghibahan.

Uang

Tahukah kalian kalau rokok dapat menyebabkan kanker paru, gangguan kehamilan, bahkan impotensi? “Tahu, dong. Kan ada di bungkusnya.” Lalu kenapa masih dibeli? Sudah tahu merusak diri, namun uang dari gaji yang sebulan tidak berapa masih dibelanjakan untuk racun. Mending kalau racunnya hanya ditelan sendiri, eh ini mah orang lain juga diracunin. Perlukah dilaporkan ke pihak kepolisian?

My bucket list

  • 2015 nonton konser
  • 2016 nonton konser
  • 2017 nonton konser
  • 2018 nonton konser
  • 2019 nonton konser

“Urus amat sih, uang-uang aing. Yang kerja lembur bagai kuda juga aing. Ini kan hobi, jangan sirik deh ah. Lagian yang penting kan ngga lupa zakat…..

fitrah.” Setahun sekali.

  • 2015 ke Thailand
  • 2016 ke Netherland
  • 2017 ke New Zealand
  • 2018 ke Switzerland
  • 2019 ke wkwk land

“Urus amat sih, uang-uang aing. Yang kerja lembur bagai kuda juga aing. Refreshing lah… Lagian yang penting kan ngga lupa infaq…..

tarawih.” 3 hari di bulan Ramadhan.

Wahai kawanku, sebenarnya semua yang kita miliki, semua yang kita lakukan akan dihisab tanpa terlewat kecuali kalau kita termasuk ke dalam golongan yang masuk surga tanpa hisab. Wallahu a’lam. Tapi, apakah kita yakin kita akan mati dalam keadaan demikian? Jangan-jangan kita mati dalam keadaan joget di konser, mati di dalam pesawat, atau mati saat nonton film wik wik? Naudzubillahimindzalik. Kalian tahu kan, kita akan dibangkitkan dalam keadaan sebagaimana saat kita mati?

Wahai kawanku, tulisan ini bukan menunjukkan bahwa aku tidak berdosa. Bukan untuk menunjukkan kalau aku ini sudah sempurna sementara kalian tidak. Tulisan ini pun sebenarnya sebagai bentuk muhasabah diri karena beberapa hal khilaf dilakukan. Untuk tidak belanja itu sulit, kan? Benar, apalagi perempuan. Ditambah sekarang belanja online sudah semakin banyak dan mudah. Unyu unyu banget lageeeh bajunya.

Tulisan ini juga bukan untuk melarang kalian untuk tidak membeli pakaian yang kalian suka, atau sepatu yang kalian suka, melakukan hobi yang kalian suka seperti nonton konser juga jalan-jalan. Toh aku juga punya hobi jalan-jalan. Tapi, alangkah baiknya kalau kita jangan berlebihan dalam itu semua. Ingatlah kawan kalau semua akan dihisab. Jadikan harta yang kalian belanjakan, yang kalian miliki senantiasa untuk selalu mengingat Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala memang menulis semua amalan hambaNya, yang baik maupun yang buruk, sebagaimana firmanNya:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ﴿٧﴾وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. [al Zalzalah / 99:7-8].

Hidup hanya sekali. Betul. Tidak salah. Justru karena hidup hanya sekali, kita harus memperbanyak meningat kalau yang kita miliki bukanlah milik kita. Beruntunglah orang-orang yang sulit hidupnya, sedikit punyanya, ketika dihisab kelak, bebannya tidak seberat kita yang serba punya. Astagfirullahadzim..

 

Perasaan

Perasaan berlebihan terhadap makhluk atau sekarang ini lebih dikenal dengan bucin (budak cinta) apakah akan dihisab juga? Hmm, mari kita pikirkan.

Author: Kartini

a beautiful girl didn't flirt, she simply smile

2 thoughts on “Bukankah Semua Akan Dihisab?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.