Posted in Cerita Pendek

Meranti

Rintik sisa hujan malam ini terasa begitu sendu, menyisakan suara becek di setiap langkah yang menginjak trotoar Ibu Kota. Lampu jalan terlihat remang, kontras dengan…

Continue Reading...
Posted in Cerita Pendek

Bitterlove – Jangan Membuat Bingung (EPILOG)

Satu tahun sudah Bayu berada di Jakarta. Ia dan Arun pun menjadi sahabat pada akhirnya. Namun lagi-lagi menjadi masalah untuk Arun. Langit masih agak gelap…

Continue Reading...
Posted in Cerita Pendek

BITTER LOVE – Mantan Terindah

Di usia 21 tahun, Arun yang masih sangat muda bertemu dengan cinta pertamanya. Laki-laki itu bertubuh tinggi, berhidung mancung, dan memiliki suara berat. Sikapnya agak…

Continue Reading...
Posted in Cerita Pendek

BITTER LOVE – Tetangga Lama

Akhir pekan ini, Arun bangun siang sekali. Masih dengan rambut aut-autan dan muka berminyak, Arun keluar kamar untuk menikmati udara segar dari balkon lantai dua…

Continue Reading...
Posted in Cerita Pendek

BITTER LOVE – PROLOG

Selagi teman-temannya sibuk berpikir hari ini masak apa untuk suaminya, bagaimana cari uang tambahan untuk perlengkapan polok yang tidak murah, belum lagi kalau anak batuk…

Continue Reading...
Posted in Cerita Pendek

Mas Ruslan

Pernikahan Penyesalan datang di hari pernikahan. Sepertinya itulah yang dapat menggambarkan perasaanku saat ini. Dalam waktu satu jam ke depan, aku akan dipersunting oleh laki-laki…

Continue Reading...
Posted in Cerita Pendek

Villa Jerman Bukit Cukul

Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Bila terdapat kesamaan nama, tempat, dan kejadian, merupakan ketidaksengajaan dan hanya direkayasa. Malam itu aku dan Linda menghubungi pemilik penginapan,…

Continue Reading...
Posted in Cerita Pendek

Aku Memanggilnya Indie

Aku memanggilnya Indie, kini, bukan kemarin-kemarin. Sebelumnya tidak ada yang istimewa dari gadis di sebelahku ini. Mata yang besar dan teduh, rambut bergelombang sebahu, dan…

Continue Reading...
Posted in Cerita Pendek

Panggil Aku Indie

Panggil aku Indie, maka aku akan menemanimu memandangi senja di sore hari tanpa secangkir kopi. Maaf, aku punya asam lambung. Aku harap kamu juga bukan…

Continue Reading...
Posted in Cerita Pendek

Skenario

BAB IVAir Wudhu Di Wajahnya Katanya boleh melihat, apakah ada yang membuat tertarik. Itu yang aku tahu. Aku sengaja mondar-mandir supaya bisa melihat Irwan, laki-laki…

Continue Reading...