Hampir Kehilangan

Sebenarnya hari ini adalah hari yang menyenangkan karena ada tamu spesial yang datang ke rumahku. Tapi sore harinya, ketika aku sedang mencuci piring tiba-tiba adikku memberitahuku bahwa Meni—induk kucingku menghilang.

Sebelumnya Meni ada di kamarku bersama anak-anaknya, tapi tiba-tiba saja menghilang. Memang sejak tadi Meni terlihat tidak tenang karena ada suara bising di dalam rumah. Akibat kebakaran di kamar mandi tempo hari, hari ini ada tukang yang mengerjakan pembetulan pintu kamar mandi.

Meni sangat takut dengan suara bising yang dikeluarkan dari mesin potong yang tukang kerjakan. Hal itu membuat Meni keluar kabur dari rumah entah kapan. Tiba-tiba saja menghilang. Aku mencarinya ke seluruh pelosok rumah tidak ketemu juga.

Aku pergi keluar keliling sekitar rumah sambil memanggil nama Meni tapi tidak kunjung ketemu. Meni adalah kucing kesayanganku. Selain itu, anak-anaknya baru berumur 2 minggu dan masih sangat membutuhkan air susu induknya. Dua hal tersebut membuatku sangat frustasi.

Satu jam lebih aku mencari meni tapi tidak juga ketemu, aku langsung mencari tahu susu yang baik untuk anak kucing. Aku pun bertanya kepada temanku yang mana Ibunya adalah seorang dokter hewan susu apa yang direkomendasikan untuk anak kucing usia 2 minggu.

Tapi tetap saja, aku sangat patah hati. Membayangkan aku harus kehilangan Meni membuat hatiku sangat patah. Langit di luar sudah mendung dan tiba-tiba hujan deras, pikiranku semakin kacau. Ah, aku tidak tega membayangkan Meni yang biasanya selalu hangat sekarang kehujanan.

Sambil menangis dan hujan-hujanan, aku kembali ke luar rumah dan memanggil nama Meni dengan keras. Aku tidak mau menyerah begitu saja, setelah cukup lama aku memanggilnya, akhirnya Meni pun menghampiriku. Aku langsung memeluknya.

Bulunya basah, tubuhnya gemetaran. Aku langsung membawanya ke dalam rumah dan mengeringkannya menggunakan handuk. Anak-anak Meni sudah mulai rewel karena sudah waktunya minum susu. Namun Meni tampak kedinginan dan kelaparan. Sambil menyusui anak-anaknya, aku menyuapi Meni makan.

Terima kasih Allah. Alhamdulillah.

Author: Kartini

a beautiful girl didn't flirt, she simply smile

2 thoughts on “Hampir Kehilangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.