Hati Hati yang Patah

Kulepas semua yang kuinginkan

Tak akan ku ulangi

Maafkan jika kau ku sayangi

Dan bila ku menanti

Hujan mengguyur begitu sendu. Sesendu hatiku yang baru saja patah karena kehilangan gadis yang paling aku sayangi. Seorang gadis keturunan Tionghoa yang begitu cantik, kulitnya putih bersih, rambutnya seharum air mawar.

Pernahkah engkau coba mengerti

Lihatlah ku di sini

Mungkinkah jika aku bermimpi

Salahkah tuk menanti

“Nak Adam, bukannya Om gimana-gimana sama kamu. Om juga sangat menghormati perasaan kamu dan perasaan Rike anak Om sendiri. Tapi sepertinya Om harus memberitahu kamu sebelum terlalu lama. Om pinta dengan baik-baik agar Nak Adam menyudahi hubungan Nak Adam dengan Rike, ya.”

Kata-kata itu selalu terngiang di telingaku sampai malam ini. Di tengah keramaian, berhadapan dengan panggung yang cukup besar—menghadiri konser bertajuk Patah Hati.

Rike Amalia Tan, gadis keturunan Tionghoa yang katanya begitu mencintaiku, ia sendiri yang memberitahuku. Sementara aku, Adam Musyri adalah seorang laki-laki dari Klaten anak seorang guru Madrasah Tsanawiyah. Kami telah merajut kasih sejak delapan tahun lalu, sejak duduk di bangku SMA.

Kami adalah sepasang muda mudi yang begitu naïf dan tidak realistis. Berharap segala perbedaan kami, suatu saat bisa saja melebur. Menyatu.

Tak kan lelah aku menanti

Tak kan hilang cintaku ini

Seminggu yang lalu, aku menggenggam tangannya yang putih bersih. Jari tangannya begitu kecil, lembut seperti kulit bayi. Menggenggam tangannya adalah hal yang paling aku sukai. Tapi kala itu, menggenggam tangannya adalah hal yang paling aku benci. “Aku ga akan bisa mengenggam tangan kamu lagi. Aku akan melepasnya.”

Ia menunduk. Sepertinya Rike tahu kalau hari ini pasti akan terjadi. Dia tidak berkata apa-apa. Ia hanya tersenyum lalu kembali menatapku. Sorot matanya seperti rintik hujan di pagi buta. “Aku yang akan melepasmu, Adam.” Dengan lembut, Rike melepas tanganku. “Aku pamit.”

Delapan tahun yang indah hilang dalam sekejap saja. Rike berdiri dan pergi meninggalkanku. Punggungnya yang tampak sedih perlahan menghilang, meninggalkan jejak pesan, “Aku sakit.”

Hingga saat kau tak kembali

Kan ku kenang di hati saja

Kau telah tinggalkan hati yang terdalam

Hingga tiada cinta yang tersisa di jiwa

Baru aku tahu kalau air hujan bisa terasa begitu hangat di pipi. Di depanku, aku melihat seorang gadis bahunya bergerak terguncang, ke atas dan ke bawah dengan ritme yang konsisten. Di sebelahku, aku melihat seorang laki-laki matanya begitu sayu. Dari arah lain, ada seorang laki-laki menunduk begitu lesu sembari kepalanya bergerak-gerak mengikuti lantunan lagu.

Seorang perempuan paling dekat panggung. Aku lihat dia menyandarkan badannya di sebuah pembatas. Kepalanya menunduk. Aku sadar, ada sesuatu yang patah dari semua orang di sini.

Aku berbalik badan, menembus kerumunan dan juga hujan. Meninggalkan hati-hati yang patah.

Di baris paling belakang, aku melihat seorang gadis berkulit putih, dengan rok selulut dan baju berlengan pajang berwarna kuning. Ia memakai payung berwarna hitam, namun pipinya tetap kebasahan. Langkahku terhenti melihat gadis bermata sipit itu menunduk, bahunya terguncang ke atas dan ke bawah, tatapannya begitu sayu.

Hati Rike menjelma menjadi sebuah bahasa yang aku mengerti. Seperti mereka, seperti aku. Hati yang patah.

Judul Lagu: Yang Terdalam
Pencipta: Nazriel Ilham
Dipopulerkan oleh: Peterpan

Author: Kartini

a beautiful girl didn't flirt, she simply smile

4 thoughts on “Hati Hati yang Patah

  1. Ini endingnya ninggal ya Kar? Sedih amat….
    Lagi-lagi kagum sama cerita yang kamu pakai untuk membahas tema, ahh selalu suka, walau kadang aku harus mikir untuk memahaminya. Harap maklum aku bukan anak yang puitis.

    1. Iyaa Raya betul sekali. Endingnya ga bisa bersama padahal saling cinta.. dua2nya patah hatinya.

      Hehe iya niih.. aku pun sebenarnya ga puitis makanya pas nulis cerita selalu pake lagu biar menumbuhkan rasa bapernya itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.