Kendalikanlah Amarahmu

Manusia diciptakan sempurna dengan emosi. Berbagai macam emosi ada di dalam diri manusia, seperti halnya bahagia, sedih, maupun marah.

Salah satu emosi yang sering kali terjadi pada manusia adalah rasa marah. Padahal kemarahan itu sering kali menimbulkan hal-hal negatif baik berupa perkataan maupun perbuatan.

Di dalam Islam, marah merupakan suatu hal yang tercela. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam selama hidupnya selalu mencontohkan perbuatan-perbuatan sabar dan tidak mudah marah untuk hal yang bersifat duniawi. Sebagaimana sebuah kisah:

Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berjalan bersama Anas radhiyallahu ‘anhu, tiba-tiba ada seorang Badui mengejar dan serta merta menarik serbannya dengan keras.

Anas berkata, “Aku melihat bekas tarikan serban kasar itu pada leher Rasul.” Lalu Badui berkata, “Wahai Muhammad, berilah aku dari harta Allah yang ada padamu.”

Rasul menoleh sambil tersenyum lalu memerintahkan sahabat agar memberika harta cukup banyak kepadanya.

Bagaimana kalau hal tersebut terjadi pada kita? Tentunya kita akan sangat marah dengan perbuatan orang Badui itu. Tapi apa yang dicontohkan Rasulullah adalah ketenangan dan justru malah memberikan harta kepada orang Badui tersebut.

Bahkan, ketika Rasulullah dimintai nasihat oleh seseorang, beliau memberikan nasihat agar tidak marah. Sebagaimana sebuah kisah:

Ketika seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata, “Berilah aku nasihat.” Rasul bersabda, “Jangan marah.” Lelaki itu mengulangi permintaannya beberapa kali, tetapi beliau tetap menjawab, “Jangan marah.” (HR al-Bukhari).

Namun apabila rasa marah tidak dapat dikendalikan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan beberapa tips untuk mengurangi rasa marah yang menyelimuti diri kita, sebagaimana sebuah kisah:

“Bila salah seorang dari kamu marah dalam keadaan berdiri hendaklah duduk, bila kemarahan masih belum hilang hendaklah ia berbaring.” (HR Ahmad).

Saat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melihat seorang sedang marah besar beliau bersabda, “Aku akan ajarkan kalimat-kalimat kalau dia membacanya akan hilang kemarahannya. Kalau dia mengucapkan A’udzubillahi min as syaithoni ar rajiim pasti akan hilang amarahnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Namun di dalam Islam ada beberapa macam kemarahan yang terpuji. Marah yang terpuji adalah rasa marah karena Allah, karena membela agamaNya.

Imam Ibnu Rajab Al Hambali berkata, “Hendaknya kemarahan seorang mukmin itu untuk menolak gangguan dalam agama yang menimpanya atau menimpa orang lain dan untuk menghukum orang-orang yang bermksiat kepada Allah dan RasulNya.”

Sebagai manusia yang jauh dari kesempurnaan, tentu saja sangat sulit untuk mengendalikan amarah. Namun alangkah baiknya jika kita terus mengontrol diri kita untuk tidak membiarkan amarah menguasai diri kita.

Author: Kartini

a beautiful girl didn't flirt, she simply smile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.