My Daughter’s First Love

Dear shalilahku,

Ketika Ibu menulis ini, kita belum bertemu. Ibu belum tahu rupamu seperti apa. Apakah mirip Ibu atau mirip Bapak. Walaupun begitu, izinkan Ibu bercerita ya nak.

Ibu ingin bercerita ketika pertama kali Ibu bertemu dengan Bapak. Ibu dan Bapak pertama kali bertemu di kantor, nak. Jadi Ibu ini lebih dulu menjadi karyawan sementara Bapakmu itu adalah karyawan baru. Tapi ternyata, nak. Ibu dan Bapak seharusnya sudah saling mengenal karena ternyata kami satu kampus dan satu organisasi.

Lebih mencengangkan lagi, ternyata Ibu dan Bapak pernah berada di dua acara yang berbeda. Pertama di acara ulang tahun organisasi Ibu dan Bapak dulu sewaktu kuliah, kedua di pernikahan teman Ibu dan Bapak. Sepertinya Ibu dan Bapak sudah saling bertatap muka berkali-kali, tapi karena tidak ada yang spesial saat itu jadinya berlalu begitu saja.

Nak, ada yang lucu antara Ibu dan Bapak. Tapi sepertinya Ibu sih yang lucu. Jadi pas pertama Ibu bertemu dengan Bapak, Ibu tidak begitu suka dengan sikap Bapak. Kenapa begitu kira-kira, nak? Kamu bisa tebak atau engga?

Jadi pas pertama kali Ibu dan Bapak berkenalan, Bapak ternyata sudah tahu kalau Ibu satu organisasi dengan Bapak. Bapak juga baru-baru itu sih tahunya. Ibu yang sudah ga aktif di organisasi, tiba-tiba saja di awal perkenalan Bapak langsung menyuruh Ibu untuk datang ke acara-acara di organisasi kampus sebagai alumni. Ibu yang merasa lebih senior di kantor pun merasa tersinggung. Bisa-bisanya anak baru bicara begitu. Begitu pikir Ibu saat itu. Kekanakan ya, nak?

Tapi lama-lama biasa saja sih, nak. Ibu dan Bapak juga jadi akrab.

Terus kamu tahu tidak gimana awalnya Ibu dan Bapak jadi lebih dekat? Gara-gara handphone baru! Jadi Bapak kamu mau beli handphone baru lewat aplikasi e-commerce Ibu. Sejak saat itu, Ibu dan Bapak jadi sering chating. Tapi belum ada perasaan apa-apa sih nak. Biasa aja. Nak, kamu harus tahu kalau Ibu ini ngga mudah jatuh cinta. Kamu harus kayak Ibu, ya. Biar engga gampang baper. Tapi gara-gara itu juga Ibu jadi betah menjomblo. Sebelum sama Bapak kamu, Ibu jomblo hampir 3 tahun nak.

Nak, ada yang lucu lagi nak. Ternyata rumah Ibu dan Bapak itu ngga terlalu jauh jaraknya. Jadi selama ini Ibu sama Bapak bisa disebut tetangga. Nenek dan Uti sering ke pasar yang sama. Wah, jangan-jangan dulu sewaktu Ibu dan Bapak masih kecil sudah bertemu di pasar.

Karena rumah Ibu dan Bapak ngga terlalu jauh jaraknya, Ibu jadi nebeng sama Bapak ke kantor. Masih biasa aja sih, nak. Ibu belum jatuh cinta sama Bapak kamu. Tapi Ibu ngga tahu gimana Bapak ke Ibu. Tapi lama-lama Ibu kok merasa nyaman ya sama Bapak. Tapi Ibu ga berani nak untuk jatuh cinta sama Bapak. Ibu pendam perasaan Ibu dan mengalihkan perasaan Ibu dengan aktor-aktor Korea yang tampan. Kebetulan saat itu Ibu lagi suka banget sama Hyunbin. Jadi Ibu ngehalu aja sama Hyunbin daripada sama Bapak kamu.

Ibu juga sempat galau nak gara-gara Bapak kamu karena ternyata perasaan Ibu ngga bisa disembunyikan lagi. Ibu ngga bisa membohongi perasaan Ibu ke diri Ibu sendiri akhirnya Ibu pun jujur ke diri Ibu kalau Ibu jatuh cinta sama Bapak kamu. Gara-gara itu, Ibu sering uring-uringan dan bengong. Pas Ibu ngeliat wajah Bapak kamu di kantor, Ibu jadi sedih. Coba tanya Bapak kamu, Ibu sering ilang-ilangan saat itu. Tahu ngga, kemana? Ibu nangis nak di toilet. Soalnya Ibu ngga tahu harus gimana sama perasaan Ibu.

Pas pulang ke rumah Ibu masih galau nak. Padahal udah ngga lihat wajah Bapak kamu. Nenek sama Kakek nanya ke Ibu, terus Ibu bohong nak kalau Ibu capek sama kerjaan. Padahal Ibu galau gara-gara Bapak kamu. Gara-gara perasaan Ibu ke Bapak kamu.

Tapi nak, ternyata semua berakhir indah. Setelah lama memendam perasaan, ternyata Bapak juga punya perasaan yang sama kayak Ibu. Pas Bapak ngomong tentang perasaannya ke Ibu, Ibu ga bisa berhenti senyum nak. Sampai kering gigi Ibu gara-gara nyengir terus.

Nak, Bapakmu ini adalah seseorang yang lembut. Bapak ngga pernah menyakiti Ibu, sejauh ini sih begitu nak. Semoga selamanya ya.. Aamiin.

Bapakmu ini orangnya saking lembutnya jadi sering ngga enakan. Itu kadang Ibu kurang suka dari Bapak. Tapi setiap manusia punya kekurangan kan, ya. Dulu juga Ibu orangnya ga enakan, tapi ternyata merugikan Ibu jadi Ibu sekarang orangnya bodo amatan. Bodo amat asal tidak menyinggung orang lain, nak.

Bapakmu ini punya mimpi yang besar, walau kadang hobinya rebahan nak. Lucu ya, Bapak kamu. Tiap kali Ibu membayangkan wajah Bapakmu ini kok Ibu semakin sayang ya nak.

Nak, Ibu harap kamu punya mata kayak Bapakmu. Soalnya Ibu sangat suka dengan mata Bapakmu. Sulit untuk digambarkan, nanti kamu lihat saja. Mata Bapakmu indah banget. Senyum Bapakmu juga Ibu harap ada di kamu, karena senyumnya menenangkan.

Ibu harap kamu juga bisa sebaik Bapakmu, nak.

Jatuh cintalah pada Bapakmu yang banyak sebanyak Ibu jatuh cinta pada Bapakmu.

Oh ya, Bapak juga suka kucing sama kayak Ibu. Nanti Ibu kasih lihat fotonya ya, nak..

 

PS: Nak, kalau kamu laki-laki jadikanlah Bapak sebagai cinta kedua kamu ya. Ibu yang jadi first love kamu. Hihihi.

15 Oktober 2020

Ibu

 

bapak dengan kucing

Author: Kartini

a beautiful girl didn't flirt, she simply smile

2 thoughts on “My Daughter’s First Love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.