Negara-Negara Impian

“Janganlah kalian menempuh perjalanan jauh kecuali menuju ke tiga masjid: masjidku ini (Masjid Nabawi), masjid Al-Haram, dan masjid Al-Aqsha.” (HR Bukhari no. 1115 dan Muslim no. 1397)

 

Setiap orang tentunya memiliki impian untuk dapat berpergian ke tempat yang diinginkan. Selain tempat-tempat indah yang ada di Indonesia, tidak sedikit yang memiliki keinginan untuk dapat berpergian keluar dari Indonesia. Tidak terkecuali aku.

Melihat pemandangan-pemandangan yang indah, kota-kota yang artistik, dan bertemu dengan karakter penuduk yang beragam yang saat ini hanya bisa aku lihat di dunia maya membuatku semakin memimpikan untuk dapat berpergian ke Negara-negara lain.

Namun dikarenakan apabila berpergian ke luar negeri harus mengeluarkan cost yang lebih besar, sebagai seorang muslim dan orang yang memiliki prinsip “berpergian pun harus ada tujuannya”—bukan hanya sekedar untuk konten media sosial ada tiga tempat yang harus aku datangi sebelum melakukan perjalanan ke Negara-negara lainnya yaitu Masjid Nabawi dan Masjid Al-Haram yang ada di Arab Saudi, Masjid Al-Aqsha yang ada di Palestina, dan Negara Turki.

Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi

credit to: unsplash.com/seefromthesky

Masjidil Haram berada di kota Mekkah atau kota suci dan mulia bagi umat Islam di dunia. Banyak sekali tanda keagunan Allah subhanahu wa ta’alla yang dapat dijumpai di Masjidil Haram seperti hadirnya Ka’bah yang jadi kiblat seluruh umat Muslim di dunia, Hajar Aswat batu hitam yang turun dari surga, batu maqam yang dijadikan pijakan oleh Nabi Ibrahim, air zam-zam, dan masih banyak lagi.

Baca: Sejarah Air Zam-Zam

Ketika belajar Sirah Nabawiyah (kisah hidup Nabi Muhammad), pastinya kita akan mempelajari jauh dari sebelum Nabi Muhammad lahir. Biasanya diawali dari kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam. Jika bicara tentang kisah Nabi Ibrahim, maka akan tersebutlah nama Bunda umat muslim yaitu Hajar yang berperan penting dalam lahirnya kota Mekkah.

Oleh karena itu, Masjidil Haram yang berada di kota Mekah menjadi salah satu bucket list perjalananku.

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada seribu shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada seratus ribu shalat di masjid lainnya.” (HR Ahmad no. 3343 dan Ibnu Majah no. 1406)

Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi

credit to: unsplash.com/@adliwahid

Bagi setiap muslim, kisah perjalanan hijrah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama para sahabat dalam rangka mensyiarkan agama Islam bukanlah hal yang baru. Madinah menjadi tempat pertama Rasulullah dan para sahabatnya melakukan hijrah.

Tadinya, Kota Madinah ini bernama Yastrib. Namun setelah peristiwa hijrah Nabi Muhammad ke sana, kota ini disebut sebagai Madinatur Rasul yang artinya Kota Rasulullah sehingga lama-lama orang memanggil kota ini dengan sebutan Madinah.

Masjid Nabawi yang merupakan masjid terbesar kedua di dunia dibangun oleh Rasulullah bersama para sahabatnya saat tiba di Madinah. Masjid Nabawi merupakan masjid ketiga yang dibangun di dunia setelah Masjid Al-Aqsa dan Masjidil Haram.

Begitu kental sejarah peradaban agama Islam di Masjid Nabawi, Madinah menjadikan kota tersebut sebagai bucket list yang harus aku kunjungi jika Allah memberikanku rezeki kesempatan dan kesehatan karena sebagai seorang Muslim kita wajib mengetahui dan terus mempelajari sejarah agama sendiri. Jika sejarah dapat dipelajari di mana saja, maka mengunjungi langsung ke tempat terjadinya peristiwa sejarah menjadi bonus tersendiri bagiku.

Selain itu, ketika mendengar Masjid Nabawi setiap orang pasti mengkaitannya dengan Umroh atau Ibadah Haji. Betul, ketika berpergian jauh alangkah lebih bermanfaatnya jika kita tujuannya adalah untuk beribadah.

Dari Abu Hurairah, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom.” (HR. Bukhari no. 1190 dan Muslim no. 1394).

Masjid Al-Aqsha, Palestina

credit to: unsplash.com/@lab604

Masjid Al-Aqsha di Palestina adalah arah kiblat pertama umat Muslim sebelum dipindah ke Masjidil Haram. Ada banyak sekali jejak sejarah Islam yang bisa dijumpai di tempat persinggahan Nabi Muhammad shalallahu ‘alayhi wa sallam saat peristiwa Isra Mi’raj.

Semua umat muslim di dunia ini tentunya tahu tentang salah satu peristiwa besar yang ada di zaman kenabian tersebut. Isra Mi’raj adalah perjalanan malam Nabi Muhammad dari Mekkah ke Masjidil Aqsha di Yerusalem. Di peristiwa ini juga, keluarlah perintah solat 5 waktu untuk umat muslim.

“Maha suci Allah yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Masjjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” QS. Al-Isra’: 1.

Di dalam sejarah Islam, Masjid Al-Aqsha dikenal berada di Baitul Maqdis (kota suci) yang mana pondasinya diletakkan oleh Allah subhanahu wa ta’alla di bumi sejak Nabi Adam ‘alaihissalaam sementara pembangunannya sendiri secara dilanjutkan oleh Nabi-nabi yang diutus kepada kaum Bani Israil.

Begitu banyak sejarah di dalamnya membuat Masjid Al-Aqsha, Palestina menjadi salah satu bucket list perjalananku selama hidup di dunia. Selain itu, solat di Masjid Al-Aqsha memiliki keutamanaan sebagaimana perkataan (hadits) Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam:

“Shalat di Baitul Maqdis sama seperti mengerjakan lima ratus shalat.” (HR. Al-Bazar, Ibnu ‘Abdil Barr, Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dan dihasankan oleh Al-Bazar).

Turki

credit to: unsplash.com/@mrhasanakbas

Selain ke tiga tempat yang ada di Negara yang telah aku sebutkan sebelumnya, Negara Turki menjadi destinasi yang aku ingin aku datangi. Selain banyak tempat indah di Turki, negara tersebut pun kental dengan sejarah Islam yaitu penaklukan Konstantinopel yang dilakukan oleh Sultan Mehmet Al-Fatih. Membaca buku sejarah tentang Sultan Mehmet Al-Fatih membuatku semakin ingin melakukan perjalanan ke sana.

Selain itu, Turki merupakan negara yang hidup berdampingan dengan kucing. Banyak sekali kucing yang hidup di jalanan-jalanan dengan kondisi terawat. Sebagai pecinta kucing, tentunya Turki harus menjadi salah satu tujuanku.

Itulah tempat-tempat yang ingin aku kunjungi setidaknya satu kali seumur hidup. Betapa indahnya dapat berpergian ke suatu tempat dengan banyak hal yang dapat dilakukan yaitu ibadah, belajar sembari menyaksikan langsung tempat terjadinya sejarah besar, memanjakan mata dengan tempat-tempat indah yang ada, mencicipi makanan baru, dan bercengkrama dengan penduduk lokal. Alangkah lebih indah jika hal tersebut dilakukan bersama keluarga.

Gimana dengan kamu?

Author: Kartini

a beautiful girl didn't flirt, she simply smile

3 thoughts on “Negara-Negara Impian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.