Peranan Keluarga dan Masyarakat Dalam Membudayakan Literasi

Membaca buku memiliki banyak manfaat untuk diri kita. Bukan hanya sekedar mendapatkan ranking pertama di kelas, lolos ujian masuk perguruan tinggi, atau berhasil menjawab kuis yang diberikan oleh guru di sekolah. Dengan membaca kita mendapatkan ilmu pengetahuan dan membuka dunia luar yang lebih luas lagi. Selain itu, membaca dapat mempengaruhi fungsi otak karena aktivitas membaca akan merangsang otak dalam memproses setiap input.  Membaca juga dapat memperkaya kosakata yang kita miliki karena di dalam buku yang kita baca akan memiliki berbagai macam kosakata yang luas, baik itu kosakata yang sudah kita ketahui sebelumnya maupun kosakata baru. Budaya membaca sudah ada sejak memasuki zaman modern. Saat ini, budaya membaca lebih dikenal sebagai budaya literasi. Budaya literasi yang diikuti sebuah proses membaca seseorang dapat mendapatkan informasi untuk mengembangkan sebuah gagasan dan memecahkan suatu masalah.

Namun sayangnya budaya literasi di Indonesia belum menjadi hal yang penting. Hal tersebut ditandai dengan rendahnya minat membaca di Indonesia. Berdasarkan studi World Most Literate Countries yang dilakukan oleh Presiden Central Connecticut State University (CCSU), John W Miller, Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara pada 2016. Minat membaca masih sangat rendah dikarenakan masyarakat Indonesia lebih senang menonton atau mendengar dibandingkan membaca. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan lebih besarnya pengguna media sosial di Indonesia ketimbang minat membaca. Imbasnya adalah kurangnya informasi yang didapat akibat tidak lengkapnya informasi yang disuguhkan oleh media sosial.

Budaya literasi tentu saja dapat ditanamkan di masyarakat Indonesia. Banyak upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan budaya literasi kepada masyarakat Indonesia diantaranya adalah melalui keluarga dan masyarakat Indonesia sendiri.

Peranan Keluarga

sumber gambar: paxel.com

Dari keluarga seorang anak lahir dan dari keluarga juga seorang anak tumbuh besar dan menjadi dewasa. Bagaimana keluarga mendidik dan membesarkan seorang anak, seperti itulah seorang akan “tercetak”. Keluarga pada intinya terdiri dari Ayah dan Ibu yang kita kenal sebagai orangtua, dan seorang anak. Orangtua inilah yang akan mencetak anak-anak mereka akan seperti apa nanti. Dalam menanamkan budaya literasi, orangtua memiliki peranan yang sangat penting. Lalu, apa saja yang dapat dilakukan oleh orangtua untuk menanamkan budaya literasi di dalam keluarga?

Jangan katakan, “rajin membaca supaya pintar.”

Memang tidak salah apabila mengajarkan anak untuk membaca supaya pintar atau mendapatkan nilai bagus  karena memang dengan membaca seorang anak dapat menjawab soal-soal yang diberikan oleh guru di sekolah. Namun apabila tujuannya hanya sekedar supaya pintar atau mendapatkan nilai bagus, maka akan tertanam pada anak bahwa membaca hanya untuk mendapatkan nilai bagus sehingga pemahaman akan pentingnya membaca menjadi terbatas.

Ajak ke Perpustakaan

Apabila ajakan jalan ke pusat perbelanjaan atau sekedar menonton film kartun di bioskop saat akhir pekan sudah sangat biasa, mengajak anak ke perpustakaan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menanamkan pentingnya budaya literasi. Orangtua dapat mengenalkan berbagai macam jenis buku kepada anak. Selain itu, kita dapat meminjam buku untuk anak tanpa harus mengeluarkan uang.

Berikan Apresiasi

Selain memberikan contoh kepada anak dan menciptakan suasana membaca yang menyenangkan, cara lain yang dapat dilakukan oleh orangtua adalah berupa apresiasi yang diberikan kepada anak. Apresiasi dapat berupa hadiah atau kegiatan yang akan dilakukan yang disenangi oleh anak. Hal tersebut tentunya diharapkan dapat membangkitkan semangat anak untuk membaca. Namun perlu diingat, apresiasi bukanlah suatu tujuan melainkan salah satu sarana untuk meningkatkan semangat membaca anak sedini mungkin. Selain itu, buku sendiri dapat dijadikan sebagai hadiah yang dijanjikan sebagai bentuk apresiasi. Misal seorang anak telah meraih sebuah prestasi di sekolahnya atau di lingkungan masyarakat, orangtua dapat memberikan sebuah buku sebagai hadiah.

Ciptakan Suasana yang Menyenangkan

Orangtua juga dapat menciptakan suasana membaca dengan cara yang menyenangkan. Seperti ketika sedang mengenalkan buku kepada anak, orangtua dapat memilihkan buku-buku penuh warna dan gambar karena seorang anak cenderung lebih tertarik dan lebih ingat dengan hal-hal yang bergambar dan berwarna. Setelahnya, arahkan anak untuk menuliskan apa yang sudah mereka baca dengan caranya sendiri. Orangtua juga dapat memberikan ruangan khusus untuk menyimpan rak-rak buku tempat buku-buku disimpan sehingga dalam keluarga memiliki perpustakaan mini sendiri di rumah.

Berikan Contoh

Secara psikologis, kita mengenal mengenai istilah modeling, yang berarti seorang anak belajar dari lingkungannya dengan cara observasi (melihat) dan imitasi (meniru). Lingkungan terdekat sudah pasti adalah keluarga atau orangtuanya. Anak akan melihat bagaimana cara orangtua berbicara, melakukan ini dan itu, dan sebagainya. Margaret Tresch Owen, Ph.D. direktur Center for Children and Families University of Texas mengungkapkan bahwa orangtua bisa menunjukkan hal-hal apa saja yang ingin ia ajarkan pada anak. Orangtua dapat memperlihatkan kepada anak-anak mereka saat mereka membaca buku. Walaupun pada awalnya anak hanya meniru gaya orangtua mereka yang sedang membaca, namun lambat laun mereka akan terbiasa dan tertanam bahwa membaca adalah suatu hal yang penting juga menyenangkan. Oleh karena itu, sebaik-baiknya pengenalan akan pentingnya membaca kepada anak adalah dengan cara memberikan contoh.

Peranan Masyarakat

sumber: website kabar banyuwangi.info

Bagaimana masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam membudayakan literasi? Karena masyarakat dapat menggenggam lebih luas lagi jangkauan untuk menyebarkan pemahaman tersebut. Cukup banyak contoh nyata andil yang dapat dan telah dilakukan oleh masyarakat dalam mengembangkan budaya literasi ini, apa sajakah peranan tersebut?

Taman Baca & Perpustakaan Jalanan

Saat ini keberadaan komunitas pecinta buku sudah mulai banyak keberadaannya terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta dan kota-kota besar lainnya. Taman-taman baca pun sudah mulai sering dijumpai di beberapa taman kota. Tidak sedikit juga komunitas yang terdiri dari orang-orang yang sadar akan pentingnya budaya literasi menggelar buku-buku bacaan di tempat-tempat yang ramai dikunjungi orang untuk dipinjamkan kepada orang-orang yang berada di sekitar tempat tersebut.

Sosialisasi

Namun masih terdapat permasalahan lain di mana tidak sedikit anak muda baik yang tinggal di kota-kota besar ataupun di pedalaman yang masih minim minat membaca atau sadar akan pentingnya budaya literasi. Apabila taman-taman baca dan perpustakaan jalan diperbanyak namun sedikit peminat, tujuan untuk menanamkan budaya literasi pun akan sulit dicapai. Di sinilah peran kita yang sudah sadar akan pentingnya budaya literasi untuk terus mengajak dan memberikan pemahaman akan pentingnya budaya literasi. Alangkah baiknya apabila komunitas-komunitas literasi atau komunitas pecinta buku berkerjasama dengan pemerintah untuk mengadakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan literasi dengan tujuan untuk menanamkan kecintaan terhadap buku tidak terbatas hanya kepada orang-orang yang memiliki hobi membaca.

Kita adalah bagian dari yang berperan penting untuk membudayakan literasi karena di antara kita ada yang menjadi orangtua, seorang kakak, atau seorang adik, bahkan bagian dari masyarakat yang memiliki keluarga, rekan, serta sahabat yang dapat  mengajarkan akan pentingnya budaya literasi. Belum terlambat bagi kita untuk memulai dan menjadikan buku sebagai #SahabatKeluarga sehingga #LiterasiKeluarga pun akan membudaya di masyarakat luas.

Author: Kartini

a beautiful girl didn't flirt, she simply smile

13 thoughts on “Peranan Keluarga dan Masyarakat Dalam Membudayakan Literasi

  1. Thanks kaa, bermanfaat sekali tulisannya. Kita orrang dewasa (saya khususnya) memang tidak boleh acuh terhadap budaya membaca, semoga generasi Indonesia lebih gemar lagi untuk membaca.
    Ditunggu tulisan-tulisan selanjutnya 😁

  2. Artikel yang bagus untuk kita sebagai calon orang tua supaya menyadari sepenuhnya bahwa mengenalkan pentingnya membaca kepada anak bukan sekedar untuk menjadi pintar dan meraih nilai yang bagus di sekolah. 🙂

  3. Emang harus diakuin sih budaya membaca itu penting, dulu waktu kuliah rajin baca dapet ipk lumayan bagus tp pas udh kerja udh jiwa akademisnya ilang jadi jarang baca ngerasa kayak ilmu gk bertambah tambah 🙁

  4. peran keluarga memang penting dalam pembentukan hobi baca atau literasi sprti yg sudah dijelaskan oleh author… dan artikel ini sangat bermanfaat

  5. Sebagai calon orang tua sangat bermanfaat sekali membaca ini. Tulisannya ringan dan mudah dimengerti jadi yang tadinya nggak suka baca jadi suka baca. Ditunggu tulisan berikutnya kak 🙂

  6. Tulisan yg menggugah kesadaran tiap individu akan penting nya budaya literasi dan tulisan yg menghujam pikiran tiap orang yg membacanya sehingga meningkatkan kesadaran bahwa sebagai bagian dr keluarga & masyarakat mereka harus saling bahu-membahu menumbuhkan minat baca.
    Tetap semangat dalam berkarya, menulis dan share artikel yg bermanfaat spt ini, semoga kelak generasi muda semakin sadar akan minat baca nya. Cool.

  7. Setuju bangeet, apalagi generasi jaman sekarang yang budaya nya hanya mengandalkan mbah google saja untuk mencari artikel atau sesuatu tanpa susah payah mencari sumber hal tsb. Semoga artikel ini bermanfaaat untuk siapapun terutama peran orang tua untuk dapat membiasakan anak nya membaca komik atau dongeng agar dapat meningkatkan minat baca sejak dini.

  8. MasyaAllah tulisannya bermanfaat banget apalagi buat ibu2 baru yang terkadang lebih memilih memberi gadgetnya dibandingkan untuk menagajak anak membacaa… makasih yaa kartin tulisannya bermanfaat bgt .. ditunggu next pena kartinnya 🤭

  9. Setuju banget kalo budaya membaca atau literasi ini yang punya peran besar adalah keluarga, jd kita sebagai anggota dr suatu keluarga perlu menekankan pentingnya membaca apalagi kepada adik-adik atau anak-anak kita.

  10. Setuju banget, keluarga memiliki peran penting dalam menumbuhkan minat membaca pada anak. Artikel nya bagus dan bermanfaat.. Barakallah 🙂

  11. Tulisan yang bagus 😍
    Sangat bermanfaat sekali buat para pembaca.
    Aku gak sabar buat jadi orang tua dan akan berjanji akan menumbuhkan minat baca buat anak anakku nanti . Aamiin 😇

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.