Resensi Buku: how to master your HABITS – Felix Y. Siauw (Sebuah Amalan yang Kontinu)

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

 

Judul Buku: How to Master Your Habits
Penulis: Felix Y. Siauw
Penyunting: Ramadhi
Tata Letak: Tim AlFatihPress
Perancang Sampul: Tim AlFatihPress
Penerbit: AlFatih Press
Tebal: 184 halaman
ISBN 978-602-17997-2-7

Sinopsis Buku

Ada satu pertanyaan yang selalu menarik untuk dibahas bagi siapapun yan peduli pada proses pengembangan diri; “Mengapa satu orang bisa menguasai satu keahlian tertentu sementara yang lain tidak?” Lebih jauh lagi pertanyaannya berkembang menjadi “Bagaimana seseorang bisa menguasai suatu keahlian?”

Bagi sebagian besar manusia, keahlian adalah perkara bakat. Bagi sebagian yang lain, keahlian adalah amsalah pelatihan dan pengulangan.

Yang menarik pula, terkadang kita saksikan seseorang sangat termotivasi untuk menguasai satu keahlian, namun dia tidak dapat menguasainya. Di sisi lain ada seorang yang sama sekali tak mempunyai motivasi namun menguasai suatu keahlian.

Buku ini bukan buku motivasi, buku ini adalah buku yang akan menjelaskan pada Anda bagimana menguasai keahlian tanpa motivasi, bahkan tanpa berpikir!

Lebih hebat lagi, buku ini dikhususkan untuk anda, para pejuang dakwah Islam!

Sebuah Review dariku..

Beberapa hari lalu, aku membeli buku ini dan dalam hitungan jam aku berhasil melahap buku yang berjumlah 184 halaman itu. Kok bisa?

Karena dalam penyampaiannya kepada pembaca, buku how to master your HABITS ini dikemas menjadi bagian-bagian dengan judul yang akan mengantar kepada isi dari buku sehingga di setiap bagian. Dengan teknik penulisan seperti itu, tentunya membuat pembaca menjadi tidak cepat bosan karena pembahasan yang terlalu panjang. Kalimat yang dipilih pun sangatlah ringan  namun sarat akan makna sehingga aku merasa Ustadz Felix sedang berbicara denganku. Lebih tepatnya, seperti kami sedang mengobrol.

Hal yang paling ditekankan di dalam buku ini adalah bagaimana menciptakan habits yang tepat yang dibentuk melalui Practice and Repetition. Mengapa habits yang tepat? Orang-orang pada umumnya termasuk aku sudah pasti mengartikan habits adalah suatu kebiasaan–tidak salah. Habits yang tepat tentunya dapat memberikan kita keuntungan, sebaliknya habits yang tidak tepat dapat memberikan kita kerugian.  Di dalam buku ini, kita benar-benar akan dibuat mengerti mengenai apa itu habits,  dan bagaimana menciptakan habits yang tepat serta bagaimana membentuknya.

Yang lebih menariknya, melalui buku ini pula Ustadz Felix mencoba memberitahukan kepada para pembaca mengenai rahasia di balik pencapaian yang diraih oleh tokoh-tokoh hebat yang selama ini mungkin saja kita hanya menganggap hal tersebut di luar batas kemampuan kita. Sehingga ketika membaca buku ini, kita akan disuguhkan tentang berbagai fakta yang sangat menarik bahwasanya pencapaian-pencapaian tersebut dapat kita raih melalui satu hal yang sangat sederhana, yaitu habits.

Menurutku..

Cover buku cetakan ke-11 ini didominasi dengan warna hijau dengan gambar pohon. Pikirku dalamnya akan full color seperti Wanita Berkarir Surga namun ternyata yang aku dapati adalah monochrome. Walau setiap halaman pasti disuguhi oleh gambar-gambar sesuai pembahasan, namun aku yang menyukai hidup yang berwarna pun lebih menyukai buku yang berwarna. Namun berkat piawainya Ustadz Felix dalam mengolah kata-kata menjadi kalimat yang begitu komunikatif, tidak mengurangi kekhusyukanku dalam membaca sampai-sampai ketika membalik dari halaman 47 ke halaman 48, aku terkaget-kaget dibuatnya. Penasaran gambar apa? Kalau mau tahu jawabannya, kalian harus baca dulu which mean kalian perlu membeli terlebih dahulu atau minimal meminjam.

Seperti buku bilang, jangan berhenti pada rasa ‘kagum’ dan ‘takjub’..

Sejak awal tahun 2018, aku mulai mengenal salah satu qory Ammar TV bernama Ibrohim Fadlannul Haq alias Boim. Semua qory di Ammar TV memiliki suara yang maa syaa Allah banget, lah. Tapi dari ke semuanya, aku paling cocok dengan suara Boim untuk teman di perjalanan, dan teman membaca Al-Kahf di commuter line setiap hari Jum’at. Aku dibuat kagum oleh seorang Boim yang usianya dua tahun di bawahku yang sudah menjadi seorang hafidz. Aku pun pernah dua kali ikut  solat tarawih dimana Boim menjadi imamnya. Tahun lalu sekali, tahun ini sekali. Bukan untuk melihat bagaimana sosok Boim secara langsung, namun ingin mendengar suaranya langsung. Dan aku berhasil dibuat semakin kagum olehnya.

“Sayangnya, kebanyakan di antara kita berhenti hanya pada rasa ‘kagum’ dan ‘takjub’ saja. Dan rasa ‘kagum’ dan ‘takjub’ itu akhirnya berubah menjadi pembenaran bahwa kita tidak akan bisa menjadi seperti itu, mustahil untuk kita lakukan.” Begitulah sedikit kutipan di buku how to master your HABITS. Aku pun semakin sadar, ketika aku berhenti pada rasa ‘kagum’ dan ‘takjub’, aku mungkin hanya akan mengikuti kemana perginya Boim. Tidak diikuti langsung, diikuti di instagram, sehingga aku pun mungkin akan lupa awal sesuatu yang membuatku kagum pada diri Boim, dan lebih sia-sia lagi, kalau aku malah jadi ngefans pada Boim bukan kelebihan yang dimiliki Boim. Padahal, aku dapat menirunya untuk dapat menghapal 30 juz atau minimal memiliki motivasi dan tergerak untuk perlahan menghapal surah-surah yang ada di Al Quran.

Bismillahirrahmanirahim…

Saya, Kartini Ismayanti

Akan menghapal satu surah pendek selama satu minggu selama satu jam sebelum tidur setiap harinya. Semoga Allah mengabulkan keinginan saya ini, agar dapat menginspirasi dan memotivasi  keluarga dan saudara-saudaraku seperti Ibrohim yang telah menginspirasi banyak orang baik anak-anak, pemuda sampai orang tua.

 

Kan seperti itu lebih enak, ketimbang hanya ngefans dan nungguin instagram story-nya Boim.

Habit adalah suatu amalan yang kontinu. Tinggal kita yang pilih; mau amalan baik ataukah amalan buruk?

Author: Kartini

a beautiful girl didn't flirt, she simply smile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.