Tuhan Mengabulkan Do’aku

Sore ini di balik punggungnya aku menatap langit sore yang agak kejinggaan. Ada sekumpulan awan yang berjalan pelan terhempas angin. Tuhan, apakah Engkau mengabulkan do’aku yang pernah aku panjatkan dengan tidak sungguh-sungguh? Apakah do’a tidak sungguh-sungguhku sampai ke langit, sementara do’anya yang sungguh-sungguh terhempas kembali ke bumi? Mungkinkah do’a yang aku kira tidak sungguh-sungguh itu teramat berarti bagiMu? Karena pada saat itu, aku benar-benar hanya menaruh harap kepada Engkau.

Hari-hari berjalan seperti biasanya, tidak ada sesuatu yang spesial selama dua tahun terakhir sejak aku lahir. Aku yang bermain di rumput dan pohon rambutan dari Senin – Jum’at, aku yang lebih memilih tidur saat akhir pekan, aku yang ketika bosan melanda hanya menonton ayam kampung berseliweran seperti film genre komedi romantis dan bermain bersama majikan-majikanku.

Namun semuanya berubah sejak tujuh bulan terakhir, akhir-akhir ini teman dekatku banyak bercerita tentang dirinya, terutama tentang kekasihnya. Kekasihnya yang rasanya sudah tidak semenyenangkan dulu, barangkali karena tuanya usia hubungan. Komunikasi yang tidak baik, memunculkan amarah-amarah kecil tidak terpadamkan.

Layaknya seorang teman dekat, aku mendengarkannya tanpa memberikan solusi. Aku tidak pernah kenal dengan kekasihnya, barangkali yang ia ceritakan tidak sesuai dengan apa adanya. Walau terkadang aku memberikan pandanganku.

Rasanya ada yang berbeda dari kedekatan kami, barangkali hanya aku yang merasakannya. “Gimana kabar hubungan kalian?” tiba-tiba saja malah aku yang peduli sekali dengan hubungan mereka.

“Baik-baik saja.” Jawabnya.

Getir. Begitulah saat itu yang aku rasakan. “Wah, baguslah kalau begitu.” Aku sadar aku berbohong, aslinya perasaanku tidak suka dengan kenyataan itu.

Teman dekatku seekor kucing lelaki, sementara aku seekor kucing perempuan. Teman laki-lakiku itu memiliki wajah rupawan dan badan yang bagus untuk ukuran laki-laki. Rambutnya yang pirang sangat cocok dengan perawakannya yang tinggi. Dalam buku-buku roman picisan, dalam film-film norak sekalipun, atau quote-quote yang berseliweran di media sosial, sering kali aku mendengar kalau laki-laki dan perempuan tidak bisa bersahabat karena salah satu dari mereka akan jatuh cinta atau keduanya akan jatuh cinta.

Lalu bagaimana denganku? Sepertinya aku seorang diri yang sedang jatuh cinta padanya. Jatuh cinta pada kekasih kucing lain? Sungguh bukan gayaku. Aku adalah seekor kucing yang paling sehat akalnya untuk menentang siapapun yang memiliki perasaan kepada seekor kucing yang telah memiliki kekasih karena aku tidak ingin hal itu terjadi pada diriku.

Aku berusaha menampik perasaanku. Namun sayang seribu sayang, semakin aku menampiknya semakin aku tidak ingin berjauh-jauh darinya. Ternyata ada masa aku membenci diriku. Terkadang hal itu membuatku pusing sendiri, namun berada di dekatnya menjadi sesuatu yang membahagiakan diriku.

Tuhan, andai Engkau mengizinkanku untuk jatuh hati padanya. Bisakah aku meminta agar hubungannya dengan kekasihnya berakhir? Izinkan hatiku memilikinya, entah mengapa aku merasa lebih baik dari kekasihnya. Aku tidak suka melihatnya dipusingkan oleh tingkah-tingkah kekasihnya yang kekanakan.

Aku berdoa kepada Tuhan dengan tidak sungguh-sungguh. Makhluk jahat seperti apa yang mendo’akan hubungan kucing lain menjadi tidak baik? Makhluk jahat itu aku? Tampaknya aku adalah satu-satunya kucing jahat yang sadar akan perbuatan jahatnya.

Hari Sabtu kami—aku dan teman dekatku berjumpa, berjalan kaki di jalanan umum tempat kucing-kucing berkumpul. Sesekali tangan kami saling berpapasan. Sentuhan kecil itu menimbulkan getaran dasyat sampai ke hati dan mengejutkan jantung. Membuat otak kami tidak bisa berpikir dengan jernih.

Entah sejak kapan tangan kami kini saling bertautan. Jantungku berdebar, kami saling melempar senyum saling menggoda. Aku menyebut namanya, mengeluarkan candaan-candaan garing namun membuat kami berdua tertawa. Kenapa dia seperti itu padaku? Apakah dia sudah putus dengan kekasihnya?

Bagaimana prosesnya, hari-hariku menjadi sangat berwarna karenanya. Namun di sisi lain, sesuatu sangat mengganjal di pikiranku. Apakah dia sudah putus dengan kekasihnya? Kenapa dia memperlakukanku seperti itu?

Walau masih abu-abu, menampik resiko ia masih bersama kekasihnya, aku sudah benar-benar membuka hati dan diriku untuknya. Aku dan hatiku yang tidak tersentuh oleh siapapun, membiarkan dirinya menyentuh hatiku. Aku tersenyum, aku tertawa, aku memberikan perhatian kepadanya, namun hatiku tentu saja tidak nyaman akan fakta yang tidak aku ketahui.

Suatu sore, ia kembali bercerita. “Pacarku meninggal. Ia terkena Panleukopenia.”

Seperti tidak makan tiga hari, langkahku mendadak gontai. Telapak tangan dan napasku menjadi dingin, otakku tidak bisa mengarahkan tubuhku dengan sempurna. Membuatku berkali-kali tidak konsentrasi, menyebabkan hampir saja aku tidak berhati-hati dalam menyeberang. Untung saja ada dia yang menjagaku.

“Oh.. Hm. Meong~” Ujarku terbata, tidak jelas.

Saat itu aku ingin menangis, emosiku sangat tidak bagus. Seharusnya ini menjadi kabar menyenangkan untukku, tapi mengapa aku merasa begitu sedih? Ya, ini adalah tentang kehilangan. Kucing itu meninggal.

Akhir-akhir ini aku takut hubungannya akan berakhir karena adanya diriku. Ah, pede sekali. Tapi itu yang aku takutkan, benar-benar aku takutkan.

“Walaupun dia menyebalkan dan sering mengatakan hal yang tidak pantas kepadaku, aku merasa begitu menyesal akan kepergiannya yang sangat tiba-tiba.” Dia menceritakan semuanya kepadaku, aku ingin segera memeluknya. Dia sudah bahagia sekarang di atas sana.” Ujarku.

Aku pun sadar ada rasa sedih yang begitu mendalam. Ada luka baru yang merobek hatinya. Bagaimana kamu bertanggung jawab dengan perasaanmu dan perasaanku?

Kamu yang patah hati karena kehilangan kekasihmu, aku yang patah hati karena kamu yang sedih akan perginya kekasihmu. Walau kini aku merasa seperti Tuhan telah mengabulkan do’aku, yang seharusnya aku merasa begitu bahagia. Tapi nyatanya, malah hatiku yang hancur dan mataku yang basah. Meong~

*Panleukopenia: sebuah virus pada kucing yang menyerang pencernaan dan sangat mematikan

Author: Kartini

a beautiful girl didn't flirt, she simply smile

55 thoughts on “Tuhan Mengabulkan Do’aku

  1. Gw suka cerita ini yang menggunakan kucing sebagai tokoh utama karena selain gw suka kucing kadang gw suka merasa kelakuan kucing hampir mirip manusia misalnya seperti punya banyak kepribadian spt halnya manusia, bisa sensitif, dan lain-lain 😀

    Terlepas dari itu semua, menurut gw pribadi, lewat cerita ini bisa terefleksikan gimana kadang manusia suka bingung sendiri sama apa yang dia mau, bingung nentuin variabel apa yang bikin dia bahagia sejati sehingga buku-buku self help tentang kebahagiaan pasti selalu ada (dan banyak) di rak toko buku dan beberapa diantara jadi best seller..

    Btw, nice story!

    1. Tos. Sama dong kak kita suka kucing.
      Betul banget. Kalo kita perhatiin, kucing akan membalas kita seperti gimana kita memperlakukan mereka.

      Iya kak, betul banget. Kadang saat keinginan kita terkabul, di lain sisi malah merasa bersalah telah berharap begitu.

  2. Lagi-lagi ketipu dong, untung baca lagi dan ngeh pas lihat gambar kucing. Bhaique. Personally aku gak terlalu suka kucing soalnya takut dicakar. Tapi aku suka banget baca cerita roman picisan dengan tokoh utama kucing ini. Sampe kebawa suasana. Endingnya juga bagus banget, kucing yang pengen egois tapi tetep gak bisa egois. Ahh keren banget Mba! Waiting for next story dari kocheng-kocheng lainnya.

  3. Lagi-lagi ketipu dong, untung baca lagi dan ngeh pas lihat gambar kucing. Bhaique. Personally aku gak terlalu suka kucing soalnya takut dicakar. Tapi aku suka banget baca cerita roman picisan dengan tokoh utama kucing ini. Sampe kebawa suasana. Endingnya juga bagus banget, kucing yang pengen egois tapi tetep gak bisa egois. Ahh keren banget Mba! Waiting for next story dari kocheng-kocheng lainnya. Super laff…

    1. Kucing ngga akan nyakar kalo kita ga ganggu mereka, kak. Bahkan mereka bisa ngga bener2 nyakar kalo kita gangguin dengan tujuan bercanda. Jd nyakarnya juga bercanda, bukan untuk melindungi diri hihi.

      Iya, krn si kucing tau apa yg dia harapkan bukanlah sesuatu yg baik makanya dia berdoa pun ngga sungguh2 😊

  4. Aduh meoong bisa juga galau ya, galaunya kaya anak SMA nihhh. Hehehe
    Terlepas dari itu aku sungguh terbawa suasana sama cerita meongnya, meong yang sungguh berperasaan dan berakhlak.
    Semoga next story meongnya sudah menemukan cowo baru ya, biar ga galau lagi.

    1. Iya kak malah si meong belom sekolah ituuu boro2 SMA 🤣🤣

      iya, tapi masih berharap si meong abu2 tetep jadi sama meong oren. Biar ada keturunan wkwk *lain cerita

  5. Super sekali kaka ini, aktornya adalah kucing, terus terang kak aku ga suka sama kucing entar serem, takut atau apa yang pasti ga suka aja, btw kucing juga seperti manusia ya kak galauan

    1. Dan akhirnya dia berada di persimpangan. Di satu sisi doanya dikabulkan oleh Tuhan, tapi di sisi lain, pasangan dari temannya telah meninggal. Yang pasti juga bakal ikut sedih, bukan seperti ini yang diharapkan. Jadi teringat dalam kehidupan manusia, Tuhan selalu punya rencana tersendiri, yang manusia tidak pernah tahu akan kemana rencana Tuhan.

      Cerita yang bagus kak 🙂

    2. Kucing galaunya ga kayak manusia sih sepertinya. Ini hanya cerita kak, kucingnya ga galau beneran hihi.

      Btw, kucing tuh lucu ngga serem 😊 mereka pun hewan yg lembut dan juga penyayang. Tergantung gmn kita perlakuin mereka.

  6. Meong tidak bersalah mungkin pacar temennya meong sudh lama punya penyakit itu, huhu hancur sudah harapan meong. Apakah meong akhirnya bisa bahagia bersama temen dekatnya itu?

    Btw, ekspresi kucingnya lucu banget kak. Aku paling suka ekspresi kucing abu2 yang lagi melet 😅

    1. Mereka pun seharusnya berjalan sendiri-sendiri, sampai waktu menyembuhkan perasaan si kucing oren. Tapi bisa jadi si kucing abu2 sudah lupa akan perasaannya. Ngga ada yg tau, bahkan aku pun ga tau mau dibawa ke mana kelanjutan cerita mereka wkwkwk.

      Iya kak, kucing abu2 emang tingkahnya suka ngada2 🤣

  7. Sekarang kalau aku melihat kucing, aku akan terbayang cerita ini kan jadinyaaa ck. Padahal selama ini kukira kucing hanya sekedar liat-liatan trus kawin dan si betinanya hamil

    1. Hehehe. Kayaknya hewan pun ada psikologinya kak, sama kayak manusia. Liat aja gimana mereka saat kita memperlakukan mereka. Mereka juga bisa takut, sedih kalo kita jahat sama mereka. Mereka bisa jadi sangat setia kalo kita perlakuin mereka dengan baik

  8. Boleh juga nih.. menjadikan kucing sebagai analogi. Memunculkan rasa manusia pada kucing. Malah bs jadi kucing itu lebih berasa manusia dari manusia itu sendiri..hehe

  9. Dalam bayangan aku itu setiap adegan dan percakapan bener2 dilakuin sama kucing, lucuuu taanpa mengurangi pesen dari cerita. Sukaaak, btw perasaaab² yang digambarin itu sungguh amat relateeee lah sama kejadian yg sering aku temuin.

    1. Iyaa kak tapi bayangin percakapannya jgn meong meong yaa nnt jdnya komedi 🤣.
      Iya, cerita seperti itu memang kerap terjadi di kehidupan…. yahh, karena ga ada yg bisa mengendalikan sebuah perasaan. tapi setidaknya kita bisa mengendalikan tindakan kita. Perasaan ga bisa disalahkan dan ga perlu dipertanggungjawabkan, tapi kalo urusan tindakan ya lain cerita 😊

  10. Kar, kucing yang FPV ini punyamu kah? Kalau iya, my deepest condolences ya.

    Ceritanya menarik! Kadang ada terlalu banyak rahasia dari hidup yang enggak ketebak, seperti doa kucing yang akhirnya dikabulkan. Analogi yang sangat menarik! Btw, salam untuk kucing-kucingmu yang ada-ada aja tigkahnya ya.

    1. Gini gini, sebenernya cerita ini ga ada kaitannya sama realita kehidupan si kucing sih.. tapi kucing abu2 itu punyaku. Sementara kucing oren punya sahabatku. Dan kebetulan si kucing oren punya adik, nah adiknya itu belum lama mati ☹

      Yah, terinspirasi dr situ. tp jalan cerita tetap fiksi.

      Iya Lis, aku mau mencoba untuk bikin cerita yg ternyata ngetwist kayak hidup kita ini hihi. Iya, Lis aku smapein ke meongs yaaa 😊

  11. Jleb banget ini: Kamu yang patah hati karena kehilangan kekasihmu, aku yang patah hati karena kamu yang sedih akan perginya kekasihmu.
    Uwoo…suka dengan tokohnya yang kucing tapi related dong dengan kehidupan manusia.
    Ditunggu cerpen keren lainnya Kak!

  12. Waaaah, selama nulis cerpen, belum kepikiran nih buat aku jadiin hewan sebagai tokoh. Ternyata menarik juga ya buat dijadikan tokoh sindiran. Hihihihi. Biar ngga langsung ngena banget ke manusianya. Btw, thank you Kak udah ngasih inspirasi buat cerpen aku selanjutnya.

  13. Ini beneran cerita kucing atau cerita yang punya kucing? Hehe lucu banget sih ngebayangin cerita plus kucing yang jadi tokohnya, kucing juga punya perasaan mendalam begitu ya yang kadang bisa dipahami sama sang empunya. Mangats cing, kisah cintamu abu-abu tapi sudah mulai menemukan titik terang.

    1. Bukan cerita kucing atau yg punya juga sih kak.. hanya fiksi aja, menggunakan tokoh si kucing. Layaknya jk rowling menulis cerita ttg hedwig di harry potter 🥰

  14. Yang paling bikin saya terpukau dengan tulisan – tulisan kak Kartini adalah ‘ memenangkan nalar’ . Baik itu fiksi, difiksikan ataupun sejarah alurnya selalu bernas. Akhirnya Tuhan Mengabulkan Doaku salah satunya. Siapapun tokohnya, tetap alurnya tetap terjaga. Tidak berlebihan. Pengen banget bisa belajar nulis seperti kakak, aseli !!

    1. Bahkan, komentarnya teh tuty adalah komen yg paling ditunggu2. Komen teh tuty selalu menyenangkan, sampai ke hati dan bikin nambah menghargai tulisan sendiri. Tentunya jadi tambah semangat nulis 😊

  15. Romansa sedih sepasang kucing. Suka dengan ceritanya.
    Jadi ingat Bibi kucing keluarga kami yang masih jomblo.
    Jangan jangan Bibi sering berdoa juga agar cepat dapat pasangan.

  16. aku baca dari awal dengan kisah cinta kucing senyum-senyum loh kak, ehh pas di ending kok jleb yaa. suka bangett sama cerita ini , meski digambarkan seorang kucing tapi pikiranku melayang ke kisah pria dan wanita.. sukaa bangett tulisan ending nya “Kamu yang patah hati karena kehilangan kekasihmu, aku yang patah hati karena kamu yang sedih akan perginya kekasihmu. Walau kini aku merasa seperti Tuhan telah mengabulkan do’aku, yang seharusnya aku merasa begitu bahagia. Tapi nyatanya, malah hatiku yang hancur dan mataku yang basah”

  17. Uhhh terpesona sama foto-fotonya..
    kucing.. aku cinta padamu.. jangan sedih ya adik-adikku.. meong..
    Harusnya sedih karena ceritanya, tapi karena tokohnya kucing jadi pengen ketawa saking gemesnya 😆

  18. Kenapa cerita kucing bisa seromantis dan se-syahdu inii. Kak kartinii keren banget. Udah curiga sih sebenernya gara2 gambarnya kucing. Tapi gak nyangka beneran. Hahah

  19. Ide ceritanya keren! Kalo misalnya di akhir dikasih kejutan bahwa ternyata tokohnya adalah kucing, menurutku akan lebih menarik lagi… jadi tokohnya dikasih nama, peran..dialog2nya seolah adalah orang padahal pada akhirnya adalah kucing, misalnya baru pas terakhir kali dia bilang meong.,,hehehe…just a thought..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.